Jafar sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil tapi kalau malasnya kambuh, yah bisa dibayangkan, seharian diatas tempat tidur sepertiorang mati suri yang nantinya akan bangun kalau lapar,buang air atau pengen melakukan hal jorok yang biasa dilakukan seorang lelaki dewasa akan terkesan sedikit aneh. Bekerja sebagai seorang pramusaji atau waiter di sebuah kafe yang bertaraf internasional yang menyajikan makanan oriental dan internasional yang bisa diterima oleh lidah semua orang kalangan apapun(turis asing,domestik)membuat dia mengistilahkan cafĂ© tempatnya bekerja sebagai “angkringan bule” dan rumah keduanya. Di tempat ini dia mendapatkan semuanya(kenyamanan, kekeluargaan,pengalaman,persahabatan dan kebebasan)kecuali gaji yang berharap dapat untuk memenuhi semua kebutuhannya.Tapi itu tidak menjadi suatu masalah yang mengganggu bagi dirinya, karena untung bosnya bisa dipinjami uang kalau dibutuhkan alias ngutang dulu baru bayar belakangan. Saat kelas 2 SMA, memutuskan untuk tinggal di kota pelajar dan mencari penghasilan sendiri dengan berbekal kemampuan Kejuruan yang di dapat di salah satu Sekolah Kejuruan di Jogja sangat sulit dan menantang.di umurnya yang sangat dini dia sudah harus menerima kenyataan bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar bagi keluarganya di desa. Jafar memiliki tiga adik perempuan dan dua orang adik laki-laki yang sangat ia sayangi.dilubuk hati seorang Jafar, dia tidak siap untuk memikul beban seperti itu jika suatu saat orangtuanya sudah tidak mampu lagi.tapi itulah yang ingin dia buktikan pada keluarganya bahwa kekurangan dapat memberikan semangat bagi dirinya untuk meraih sesuatu dengan berusaha dan kerja keras seperti apa yang sedang dia upayakan saat ini.mungkin masih banyak orang diluar sana yang bernasib sama atau lebih ngrekasa di banding dia yang juga memimpikan hal yang sama, berusaha untuk meraih cita-cita dan hidup enak yang terhindar dari segala beban hidup yang membelenggu dalam status sosial yang rendah bila di gambarkan dengan kelas-kelas atau kasta. Hidup manusia di masa yang akan datang tergantung dengan apa yang mereka lakukan dan upayakan pada masa sekarang.apa yang dilakukan di masa lalu dijadikan sebagai neraca pencapaian dan pengalaman dalam meraih masa depan.
Bunyi getar hp nya menggelitik saku celanananya sekali yang berarti satu sms diterima.”DIHARAP KEDATANGANNYA PADA JAM 16.00 .PENTING AND DARURAT”, sms itu begitu mengejutkan Jafar dikala dia sedang asyik mendengarkan kuliah Bapak Bagio seorang dosen asal purworejo yang mahir berbahas perancis dan inggris di kelasnya. Dalam relung hatinya dia menebak kalau sesuatu telah terjadi di tempat kerjanya, entah komplain tentang pekerjaannya secara individu, kesalahan ini..itu lah yang diperkirakan jadi masalah mengapa manager tempatnya dia bekerja mengirim sebuah sms.
Sesampainya di rumah yang tepatnya adalah sebuah kos-kosan, rasa penasaran dan gundah gulana seperti mau kejatuhan duren dari langit menjadi hotline news hari itu di benaknya. Hp bututnya bergetar beberapa kali dan menyalakan sinar yang redup redam beriringan dengan getar hpnya. Jafar mengangkat telfon dan terdengar suara seorang perempuan paruh baya “halo, sayang. Nanti datang ya dirapat, jadinya jam 11 malam, harus datang. Penting”.
“lho ada apa toh bu? Kok rapatnya malam-malam, ada masalah apa sih?”
“ya pokoknya, datang. Penting dan darurat”
“kasih bocoran dong bu, penasaran nih” paksa Jafar pada perempuan yang dianggapnya keibuan itu, berharap mendapatkan jawaban. Jawaban itu langsung keluar dari mulut wanita itu dengan sedikit nada berbisik. Seketika Jafar berteriak”HAH….APA…!!!Kok Bisa” kata yang tidak jelas dan terdengar sangat mengejutkan apabila ditafsirkan secara visual.
Jam 11.00 hari senin di bulan februari.
“begini mbak dan mas, sebelumnya terima kasih atas kedatangannya”. Ucap seorang bapak-bapak yang terdengar begitu tegas dan jelas. “kami dari kepolisian setempat diminta bantuannya untuk mngadakan penyelidikan atas kejadian pencurian yang terjadi ditempat ini” suara itu mulai menderu di telinga Jafar dan tampaknya juga terjadi hal yang sama pada teman-teman patner kerjanya pada saat itu.”Kami mengharapkan kerja sama mas dan mbak sekalian untuk bersama menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dulu, jika ada sesuatu yang harus dikatakan sebelum masalah ini diangkat ke meja hijau tolong katakan saja secara jujur dan jangan takut!!”tegasnya.
“kami akan merahasiakan kejadian ini dan berjanji tidak akan menceritakannya pada orang lain” hardik seorang petugas polisi yang berpakaian biasa layaknya sedang dalam tugas penyamaran.
Spontan jafar merasa dihakimi, dan tidak adil dengan adanya acara yang dia pikir sebagai suatu investigasi non clear alias gak jelas secara mendadak walau dia tidak merasa bertanggung jawab atas kejadian itu sekaligus pre judgement ala polisi untuk mencari tersangka sebelum pihak perusahaan memberi tahu atau paling tidak membicarakannya secara intern sebelum meminta bantuan pada pihak kepolisian. Menurut dia, hal ini belum pernah terjadi dalam hidupnya dan mungkin bisa terpikir bodoh kalau Jafar sempat beranggapan bahwa ini adalah suatu konspirasi behind the sceen.ternyata polisi itu datang dengan maksud membantu perusahaan tempat Jafar bekerja dalam kasus pencurian yang diperkirakan terjadi antara pagi dini hari senin setelah semua karyawan selesai bekerja dan pulang kerumah pada hari minggu sebelumnya.Kejadian ini mengacu pada kemungkinan orang dalam yang melakukannya dikarenakan kerapihan dan teknik pencurian yang begitu bersih dengan lain kata profesional.tempat jafar bekerja buka pada jam 7.30 dan tutup pada jam 11 atau 12 malam setiap harinya.
Pada saat itu kekuatan mental dan ke-profesional-an seseorang dalam menangani permasalahan pekerjaan memang sedang diuji.bekerja dengan banyak tekanan, intruksi yang seabrek,bakal membuat orang jadi gila dan memilih untuk di PHK. Tapi tidak untuk Jafar, dia yakin dia pure clean on the work. No KKN(kolusi,korupsi dan Nepotisme) apalagi mencuri. Jafar bertahan dengan idealismenya dan mengikuti arus nasib yang sedang Tuhan mainkan dihidupnya, yang mungkin membuat Jafar tergugah untuk kembali mengingat dan berpasrah pada yang Punya Gawe.Dengan tidak bersikap munafik, bahwa Jafar bertahan demi mempertahankan kelangsungan hidupnya alias belum dapat kerjaan lain dan butuh uang untuk biaya kuliahnya serta adik tercintanya.
Jalan hidup seseorang memang tidak selalu mulus dengan apa yang diharapkan Jafar. Kadang Hidup akan terasa begitu susah kalau kita membuatnya terasa susah dan penuh dengan keputus asaan, tapi dia yakin Tuhan punya rencana khusus untuknya.Masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan kata lain tidak mendapatkan hasil. Waktu terus berjalan demikian juga pekerjaan harus tetap dilaksanakan karena itu adalah sebuah mandat yang telah diberikan oleh atasan kita untuk dilaksanakan dengan keikhlasan dan penuh rasa tanggung jawab.