Home

Kamis, 29 April 2010

"Beyond the shadow of Netherland in my mind..."

Belanda merupakan salah satu negara di Eropa yang terletak di barat laut antara Jerman dan Belgia. Secara geografis Belanda adalah negara yang kecil dibanding dengan Indonesia. Di dalam sejarah Indonesia, Belanda merupakan negara penjajah yang memberikan banyak pengaruh baik dibidang budaya, serta pemerintahan di Indonesia. Walaupun demikian tidak dipungkiri bahwa Belanda adalah salah satu negara yang memberikan banyak kontribusinya bagi banyak negara baik dari segi politik, budaya maupun ekonomi.

Dalam aspek pendidikan, Negara ini memberikan kesempatan serta peluang yang besar bagi para pelajar dari seluruh penjuru dunia untuk menuntut ilmu. Negara ini merupakan tujuan pendidikan yang paling diminati oleh pelajar Indonesia. Bunga tulip, Keju dan Kincir angin menjadi simbol negara ini.
Berbicara mengenai Kincir angin, saya teringat tentang salah satu buku yang membahas tentang salah satu cara alternatif pembangkit listik tenaga air. Sebenarnya Kincir angin sebelumnya digunakan untuk menumbuk biji-bijian dan memompa air atau mengairi sawah. tetapi penemuan tersebut dikembangkan menjadi sebuah mesin pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air, mengingat bahwa belanda merupakan negara yang terletak diatas permukaan air. Seorang Denmark bernama Poul La Cour yang lahir di wilayah peternakan, telah membuat kincir angin pertama kalinya di Denmark. Beliau terinspirasi oleh penemuan De Buijs Ballot, seorang ilmuwan Belanda yang berhasil menemukan terlebih dahulu teknik pembuatan kincir angin. Ini membuktikan bahwa Belanda adalah negara yang memiliki banyak sumber penemuan serta pengetahuan yang kaya, tentunya dilihat dengan banyaknya orang yang ingin belajar di negara ini serta ilmuwan-ilmuwan terlahir yang terinsiprasi oleh ide-ide dan pemikirannya. Sudah berabad-abad bahwa negara ini bisa dikatakan sebagai kiblat ilmu pengetahuan, dari mulai hukum, perdagangan, pemerintahan dan pembangunan.

Contoh lain yang telah diaplikasikan oleh negara lain yang rentan dengan bencana banjir yaitu Delta plan. Penemuan ini merupakan penemuan yang sangat menguntungkan bagi banyak orang tak terkecuali orang Belanda sendiri serta negara lain yang menggunakan cara ini untuk mencegah bencana banjir. Delta plan dikeluarkan oleh komisi delta pada tanggal 21 februari 1953, proses ini dikenal dengan membangun tanggul atau polder pada permukaan sebuah rawa atau laut. Sebagai bentuk penemuan ini berguna bagi masyarakat luas yaitu pembangunan saluran air atau got (dikes). Walau got di Indonesia masih jauh dari sempurna tidak seperti di negara kincir angin itu, tetapi paling tidak dapat menjadi inspirasi dalam hal pembangunan.Ini merupakan bukti bagi kita dan masyarkat luas bahwa buah pemikiran dari negara keju tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat luas baik di negara itu sendiri atau seluruh dunia.

Jadi, menurut saya bahwa kita harus belajar dari sejarah seperti Bung Karno dengan Jasmerah-nya. Disamping bahwa dalam sejarah Belanda adalah negara penjajah tetapi disisi lain Belanda memberikan banyak pengaruh dalam pembentukan negara kita Indonesia. Pada masa kini, negara ini memberikan kontribusi paling besar dari seluruh dunia untuk mencerdaskan bangsa kita dengan memberikan peluang serta peran pendidikan untuk mencapai goal-nya. Dengan kata lain bahwa pembangunan dari suatu negara tergantung dari sejauh mana para masyarakatnya dapat berfikir luas. "Black isn't meant as bad colour historically, but how we see and face those what had supposed to be". Dengan kata lain sesuatu yang memiliki sejarah kelam bukan berarti selamanya akan hitam tetapi seiring berjalannya waktu negara, orang serta sesuatu di dunia ini akan berubah. Maka sudah menjadi sebuah realitas bahwa kenyataan bukanlah suatu yang harus dihindari tetapi dihadapi dengan segala resiko dan konsekuensi yang ada.

Teguh,

Belanda tak pernah Mati di Hati Indonesia
http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/banner/kompetiblog2010.png

Senin, 29 Maret 2010

Late Regrets

The first time i met him is when we've been introduce by my grand mother. well, he is my family weather i confused to talk about from where its began. He is only 18 and I just turn into 17. I found some place in his heart that I really comfort with, i guess i was falling love to a pieces when i recognize him as my brother. but I like him though, he is really toughed person but soft inside. He always act like my true brother, time has pass me by and he's gone for some reason. He had to face his own live alone without someone insist him to stay and keep trying. I thought that I am the only reason why he decided to leave. When my grand mother still alive, she always compare me to him. she said that he should learn a thing from me, i felt that its too much for him. He ain't graduate from his school because he is trouble man, but he also have no one to lean on cause of complexity of the family dynasty.
Pour you brother, when i was with him i feel someone could protect me and love me gently without cost a thing. when i was in cold he hug me like i will freeze if he didn't do it. i was happy and feel awkward, but he gave me something inside.
he always laugh in front of me, but he actually crying when he's alone. I wish i could do something, I wish i would say that everything gonna be just fine, I wish i said I always be there for you. but those word never came out from my mouth. when he's gone I just can stare at him and say nothing. I was afraid if I say something and yelling his name my grand mother will felt guilty. We just like two little boys who's always playing and growing together, but suddenly we had to be separated. Does it Ironic? I felt alone that time and find someone who's really connect with me but he had to be far away from me.
But Now I found you again, I will expressed what i feeling and told you that i missed you. I would tell you that I was Loved you without ashamed or fear. But Now, Everything was change. I still love you but I hate my self you became like this. You said you still trying to find your selves but never asking me How' doing with me...I hope you never hates me Brother. I love the way you are..I do supported you what ever you will do. but tell me that you still loving me. I pray for your goodness and luck!!!

To: A' Wandi

Sabtu, 27 Februari 2010

Brotherhood Of man

“yah aku telat kan mas…” keluh fiska seraya kalang kabut berlari menuju kamar mandi.
“Brakkkk…” dibantingnya pintu kamar mandi dan membuat Jafar naik darah.
“pagi-pagi jangan bikin ribut, yang bangun kesiangan siapa? Kok nyalahin aku sih…”
Beberapa menit kemudian dengan wajah cemberut dan masam adiknya sudah berada dibelakang jok motor membonceng untuk diantarkan ke sekolah. Hari itu adalah hari kedua Fiska masuk sekolahan dalam tahap MOS (Masa Orientasi sekolah). Pukul 5.45 pagi menghembuskan udara dingin yang luar biasa menusuk paru-parunya. Dengan sedikit menahan emosi karena harus bangun pagi mengantarkan sang adik dan kesal karena pagi-pagi sudah diributkan dengan hal yang menurut jafar bukan kesalahnnya. Adiknya turun dan kali ini tidak menjabat tangan ataupun mengucapkan salam untuk berpamitan. Mungkin dia kesal dan marah, lantaran dia akan dikenai sanksi karena datang terlambat.
Sesampainya di rumah…
“Huh, aku tadi disuruh ambil sampah dan bersih-bersih lapangan. Gila aja tuh kakak kelas, padahal juga baru telat 15 menit. Untung cuman telat segitu gimana kalo setengah jam atau lebih” keluhnya pada kakaknya yang sedang sibuk bersih-bersih.
“yang bangun kesiangan siapa? Trus tadi pagi ngapain kamu teriak-teriak? Banting pintu kamar mandi pula…kamu nggak cuman tinggal sendiri dirumah, masih ada orang lain yang nggak mau diganggu lantaran karena kesalahan kamu sediri”jelasnya.
“ok, maafin aku mas…” sesal fiska.
Dalam hitungan hari kegiatan mengantarkan sang adik terus berlanjut, dan itu kadang-kadang membuat jafar sangat kesal Karena merasa lelah dan kurang istirahat.sesekali dia meminta teman serumahnya untuk mengantarkan fiska berangkat sekolah. Fiska sangat rajin dan lumayan bertanggung jawab, dan itu membuat Jafar semangat untuk memberikan yang terbaik untuk adik tercintanya.perasaan sebagai seorang kakak saat itu bagaikan kasih orang tua yang siap sedia memberikan yang terbaik untuk anaknya.Memang susah jadi orang tua pikir Jafar, harus mengurus banyak hal serta mengedepankan masalah anak dibandingkan masalah dirinya sendiri. Bukan menjadi hal yang baru jika beberapa orang tua tidak sependapat atau berbeda dalam memperlakukan anak-anaknya.tapi pikiran itu tidak penting bagi Jafar. meyakini usaha untuk hal yang baik dan bermanfaat sudah cukup untuk membantu adik-adiknya dalam mengarungi bahtera kehidupan. Toh suatu hari mereka akan meninggalkan pelabuhan dan mulai berlayar dengan kapal mereka sendiri. Paling tidak mereka belajar membangun pondasi kapal yang bagus untuk berlayar nanti.
“hello…here you are” Jafar menyapa sepasang tamu dan memberikan menu di meja mereka.
“you’de like to order now? Or you’de like to have drinks first” Gaya seorang jafar sebagai seorang pramusaji di tempatnya bekerja.
“yes please… I would like to have a mie goreng biasa and my husband would like a nasi goreng” jawab seorang ibu yang kemudian memperkenalkan dirinya bernama Anne dan suaminya Chris. Mereka berasal dari Canada. Saat itu adalah waktu yang tidak diperkirakan bahwa seorang Canada berumur sekitar 60an datang ke Indonesia hanya untuk mengenang memori masa silam yang selama ini membelenggu dirinya.
Saat itu tahun 1942 Seorang Anne adalah gadis keturunan belanda yang memiliki rumah di daerah remmetpark yang sekarang bernama kota baru. Dia adalah seorang Kristiani yang mengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah dekat rumahnya jaman dulu.pada jaman pergantian kekuasaan belanda ketangan jepang, semua orang belanda ditahan dan di kirimkan ke barak-barak penampungan dan di kembalikan ke tanah kelahiran mereka. Saat itu Anne telah jatuh cinta pada Indonesia, saat sweeping terjadi dia tidak henti-henti meratap untuk tetap tinggal di Indonesia. Dia rela menjadi budak untuk bekerja pada orang jepang dan tetap tinggal di Indonesia.tapi kenyataannya tidak, dia ditangkap dan di kirim ke ambarawa untuk beberapa bulan dan dipindahkan menuju johor kualalumpur.
Proses dimana dia ditahan dan dipindahkan adalah suatu pengalaman yang buruk bagi seorang Anne. Beliau menceritakan pengalamannya setelah bebas dan bertemu Chris suaminya. Dengan sedikit menitikkan airmata dia terus bercerita, ada sedikit goresan luka yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Tapi Jafar seakan dibawa ke jaman itu dan apa yang dirasakan kalau dia ada di posisi tersebut kemudian merasakan keadaan yang porakporanda ketika itu. Dalam benak Jafar terbersit apabila dia dilahirkan di jaman sejarah yang memiliki pemikiran jaman sekarang mungkin dia sudah menorehkan perjuangan dan ceritanya di sejarah Indonesia.
“Pengalaman-pengalaman yang terjadi mengingatkanku pada rumah dan apa yang terjadi di jogja..” katanya dengan bahasa inggris.” Saya sudah sempat menemukan gereja yang dulu sering saya kunjungi, tapi belum menemukan rumah yang dulu saya tinggali..” seraya menunjukkan sebuah foto usang yang terdapat gambar keluarganya dan rumah yang dia sebutkan.
Jafar sedikit berfikir, apakah dia tahu rumah dengan model gaya belanda itu?” mungkin saya bisa bantu, tapi saya tidak yakin bisa menemukannya karena bangunan itu mungkin sudah direnovasi atau runtuh karena gempa 27 mei beberapa tahun yang lalu” jelasnya dengan ragu.
“ok, kalau kamu bisa bantu bagaimana kalau kita mulai mencari besok pagi. Karena kami tidak punya banyak waktu.kami akan pulang dalam dua hari ini, jadi kesempatannya hanya besok saja. Bisa?” tanyanya dengan sedikit memohon.
“Bisa bu,kebetulan besok saya tidak ada kegiatan kampus dan kerja alias holiday. ok, jam sepuluh pagi, dan saya akan datang ke hotel kalian”.jawabnya semangat.Jafar hanya berfikir kenapa tidak untuk melakukan sedikit kebaikan walau tidak terlalu bernilai, yang pentingkan niat dan ikhlasnya bukan bentuk bantuannya.
“Terima kasih mau membantu, ini nomer kamar dan alamat hotelnya” dengan menunjukkan bussiness card salah satu hotel berbintang di jogja dan memberikannya pada jafar.”kami akan tunggu kamu di lobby hotel”. Tambahnya.
Pagi itu…
Kebiasaan santai jafar selalu membuat dia terlambat. Pikirnya hidupnya sudah penuh keterpaksaan so, kenapa harus juga memaksakan diri untuk beberapa hal. Karena dia ingin menikmati hari di pagi itu tanpa rasa terbebani atau terpaksa.beberapa saat kemudian dia turun dari salah satu bis kota dan sedikit berjalan menuju ke hotel tersebut.
Beberapa petugas tersenyum dan mengucapkan selamat datang saat jafar menapakan kaki di lobby hotel itu.sudah terlihat Anne dan Chris menunggunya di sana.permintaan maaf pun terlontar dari mulutnya.
“maaf bu Anne, Pak Chris. Saya terlamabat” mohonnya.
“tidak apa-apa, kami sudah senang kamu datang” jawabnya dengan bijak. Mereka memakai pakaian rapi dan setelan yang terlihat akan menghadiri acara penting. Mungkin ini kesempatan mereka yang terakhir fikir jafar. Jadi wajar kalau mereka ingin meninggalkan rasa penasaran bertahun-tahun dengan kesan yang indah.
Beberapa waktu kemudian kami menyewa dua alat transportasi tradisisonal yang terkenal di jogja, becak. Yang terpaksa harus dibuka tutupnya karena mereka termasuk berbadan besar. Pagi itu matahari menyengat membakar kulit yang untuk ukuran asia pun termasuk panas. Blok demi blok kami lalui, setelah hampir satu jam kami mengelilingi blok-blok yang dikira Anne pernah ia lihat sebelumnya. Dan akhirnya kami menanyakan alamat lama rumah itu kepada pak kepala desa, kelurahan setempat.
Jafar berusaha menanyakannya sesopan mungkin dengan bahasa jawa yang halus pada kepala desa yang sudah cukup berumur itu, walau sepertinya itu bukan bahasa jawa halus tapi kasar.sesi tanya jawab saat itu sedang terjadi dan Jafar sedikit memohon agar pak kepala desa bisa membantu Bu Anne dan Pak Chris. Tapi jawabannya nihil, dia menjelaskan kalau alamat itu sudah diganti dan kalau di telusuri di kantor kelurahan, alamat-alamat dan nama pemiliknya susah untuk diketemukan. Atau parahnya sudah dihapus atau dihilangkan.kemudian dengan rasa bersalah Jafar menjelaskan pada Bu Anne dan pak Chris masalah itu. Dengan tidak kekurangan ide, Jafar mengusulkan untuk menanyakan seseorang yang mengurus perumahan bertekstur sejarah di kotagede.saat sesampainya disana pengurus sekaligus ketua dari organisasi itu langsung membuka file komputer dan mencari beberapa kemungkinan kesamaan dari rumah itu. Beliau menjelaskan bahwa beberapa rumah sudah direnovasi dan dialih fungsikan. Tetapi salah satu rumah yang dimungkinkan mirip dengan tekstur bangunan itu adalah rumah di samping kantor itu, dan di sinyalir bentuk aslinya sudah di rehab oleh sang pemilik karena digunakan sebagai kos putra. Pemiliknya adalah seorang perwira TNI yang berdomisili di jakarta saat itu. Dengan rasa menyesal Bu Anne harus menyudahi pencarian hari itu, dikarenakan suaminya tidak kuat panas dan takut kalau nanti dia jatuh sakit. Perasaan jafar bercampur antara kasian dan kecewa tidak berhasil membantu mereka. Seketika Jafar menitikkan air mata dan memeluk Bu Anne dan meminta maaf tidak bisa berbuat banyak.
“Hey, jangan sedih anak muda. Saya sudah senang bisa dibantu oleh anak semuda kamu yang bisa dipercaya. Jarang ada anak sebaik kamu” dengan mengusap bulir-bulir bening yang menetes di pipinya. Saat itu Jafar teringat neneknya dikampung, sentuhan tangannya mirip neneknya. Penuh kasih sayang, cuman kalau yang ini lebih lembut dan putih.candanya dalam otaknya agar tidak terlalu sedih.
Seraya Pak Chris datang memeluk Jafar dan Bu Anne. So sweet!! Pak tukang becak saling memandang dan berpelukan juga saat itu seraya tidak mau kalah.Layaknya adegan berpelukan di film anak-anak Teletubies.
Pengalaman yang sedikit mengharukan bagi jafar yang membuat dia yakin bahwa dunia ini masih di penuhi cinta dan kasih sayang walau kadang bentuknya berbeda-beda.

Selasa, 16 Februari 2010

Sugesti orang dan Tetek bengeknya.

Hembusan angin sore dan terik matahari yang meredup membuat suasana menjadi terasa sempurna saat pekerjaan dan kegiatan hari itu sudah terlaksana. merupakan bayaran yang sesuai untuk melepaskan segala tekanan dan penatnya hidup..
Kegiatan lain yang biasanya di coba jafar jika rasa bosan menerpa kehidupannya adalah chating, nonton film, membaca,genjreng-genjreng memainkan gitar klasiknya sambil melantunkan lagu sendu, main PS dan kongko bareng temen-temen atau kadang menyendiri. Satu dua hisapan rokok mengepulkan asap dari mulutnya, suatu hal yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan sebagai barang perusak kesehatan sekarang menjadi salah satu barang kesukaannya, entah mengapa saat pikiran dan hati penuh tekanan asap rokok bisa menetralisirnya dengan baik. Orang bisa cepat berubah dalam hitungan detik karena suatu hal, dan kita tidak akan pernah tahu isi hati dan keinginan seseorang dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. Angin malam di malioboro terasa dingin, kendaraan yang lalu lalang tidak ia perdulikan. Malah satu atau dua orang menanyakan sesuatu padanya dan dia hanya duduk terdiam sambil menghisap asap rokok dalam-dalam.tidak tahu mengapa kebanyakan orang mengira dia seorang gay, mungkin tingkah laku atau gaya bicaranya terlihat kemayu sehingga membuat orang berfikiran seperti itu.Dilemma besar berkecamuk di dadanya, hatinya sangat sensitif dengan hal-hal yang menurut dia tidak baik atau tidak layak untuk dipertanyakan. “eh..jafar..aku boleh nanya ga?”
“apa mbak…”
“kamu ACDC ya…? kok nggak pernah ngajak pacar cewekmu ke tempat kerjaan”. Tanya seorang senior tempatnya bekerja.
“kalo iya kenapa? Kalau nggak kenapa?”
“ya kalo iya ya sudah, kalau nggak kayaknya nggak mungkin deh.”
“jadi menurut mbak aku harus jawab iya?”. Tanya jafar keras
Pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah jafar kira akan keluar dari mulut patner kerjannya itu. Di tempatnya bekerja, memang karyawannya kebanyakan adalah wanita, tapi kan belum tentu kalau laki-laki yang bekerja disitu adalah seorang gay”homo”. Jika seseorang memang punya jati diri seperti itu atau nggak, kita sebenarnya tidak perlu untuk mempertanyakannya karena itu sudah melampaui zona insecure dan akhirnya terkesan nge-judge. Status orang tidak diukur oleh normal atau tidak berdasarkan pandangan atau penilaiannya pada seseorang, tetapi lebih ke sesuatu yang bersifat existensif.
Yang jafar rasakan adalah dia di judge langsung dan itu menimbulkan suatu sugesti buat dirinya untuk mempertanyakan apakah dia dan siapakah dia?.”aku nggak habis pikir kenapa sih orang-orang selalu menilai seseorang dari segi status,dan ngapain mereka mencampuri urusan pribadi orang lain walau hanya sekedar bertanya”. Lanjutnya”seharusnya intropeksi diri sendiri dulu sebelum mengintropeksi orang lain”.well, walau kita merupakan makhluk sosial tapi bukan berarti kita harus disamaratakan seperti otonomi daerah. Semua orang memiliki proses dan hidup mereka masing secara pribadi, so knapa kita menghormati seseorang dengan segala perbedaan yang ada secara sosial?

beberapa hari kemudian...
Hari itu pukul 12.34 WIB seseorang berusaha mengetuk pintu dengan keras.” Permisi, ada orang?”.
“ya silahkan, masuk. Hari itu sangat panas dan jafar hanya diam tak berkata, dia persilahkan masuk dua orang dari indovision yang berencana memasang parabola tv agar tontonan rumah bisa lebih bagus.
Situasi yang tidak meyakinkan saat itu karena berisik dan takut apabila si tetangga merasa terganggu. “bangun tidur ya mas,…?” tanya salah satu petugas itu.Jafar hanya bisa menganggukan kepalanya tanda mengiyakan. Panggilan untuk beribadah berkumandang di siang hari yang panas, antara mau mandi dan melakukan ibadah langsung terasa menjadi pilihan yang sulit. Tidak lama kemudian, mereka pergi dengan ucapan terima kasih dan sampai jumpa.ditekannya remote tv dan dilihatnya beberapa channel tv yang sudah tersedia, ritual mandi dilaksanakannya akhirnya.
“assalamualaikum…” sapa suara kecil dengan sebuah ketokan pada pintu.
“ya, wa’alaikum salam” jawab jafar. Dibukanya pintu rumah dan ternyata adik perempuannya yang baru saja datang dari kampung membawa barang bawaan seadanya. Jafar langsung tersenyum lebar seketika terkejut kalau adiknya sudah ada di hadapannya sekarang. Rencananya minggu depan dia mau menjemput adiknya itu, sekalian menjenguk nenek dan kakenya serta keluarganya yang beberapa bulan sudah tidak ia kunjungi.
“kamu, kok nggak telpon atau ngasih kabar dulu… untung mas belum berangkat buat jemput kamu”. Tanya jafar sedikit ragu.
“soalnya kemarin aku dapet informasi kalau pendaftarannya ditutup minggu depan mas…” jelas adiknya manja.
Ternyata adik Jafar ingin melanjutkan pendidikannya di Jogja. Karena Jafar berfikir kalau saat ini cari sekolah yang benar-benar bisa menjadi modal awal untuk meraih masa depan mereka sesuai kemampuan dan potensinya. secara finansial bisa diatur dan yang jelas bisa kumpul bareng kakak-kakaknya di sana. Tera, adik Jafar yang pertama juga meneruskan kuliahnya di ISI(institute Seni Indonesia) Fakultas Seni tari Pertunjukan dan sekarang sedang melaksanakan KKN di sebuah desa di wonosari gunung kidul selama sebulan. Entah mengapa adik keduanya fiska, juga ingin melakukan hal yang sama. Fiska memutuskan untuk bersekolah seni di sebuah sekolah kejuruan seni di Jogja atau lebih dikenal SMKI arahan Bagong kusudiardja yang sangat jauh dari perkiraan sebelumnya. Tapi setelah beberapa waktu yang lalu Jafar dan Tera memberikan arahan serta meminta persetujuan pada orang tua mereka, maka di putuskan untuk melanjutkan di bidang seni yang di pikir dapat mengembangkan potensi dan pemikiran saat itu berharap bermanfaat di masa depan.serta karena masalah keuangan yang sudah menjadi masalah yang telah mendarah daging di keluarga Jafar.
“…Yah pendidikan sekarang kan mahal, mau sekolah dimana aja simbah dukung. tapi ya itu…”
“iya, mbah.kita tahu kok… biar si fiska sekolah di jogja aja biar aku sama tera yang bantu dia.toh bapak di sini juga bisa pantau…”
“yo wes, si fiska sekolah wae nang jogja. Yo kalau bisa gak usah jauh-jauh yang dekat saja. Itung-itung bantu ngrawat mbah-mu iki sama adik-adikmu biar gak terlalu sepi”
“siap tetua suku… yang jelas di jogja mbah.biar nggak ngrepoti simbah terus, ya biar belajar kenal dunia luar desa mbah”
“yo wes simbah manut wae…”
Pembicaraan lewat telefon telah berakhir dalam hitungan menit. Dan Jafar senang sekali bisa meyakinkan orang tua ayahnya alias neneknya di magelang.Pendidikan di Indonesia sekarang rata-rata mahal. perekonomian rakyat Indonesia sepenuhnya belum merata dan tidak stabil. Di tambah dengan beberapa kebudayaan yang membentuk pemikiran bahwa lebih baik menggantungkan hidup pada orang lain dari pada berusaha sendiri.Sebagian penduduk di pelosok mengalami kesulitan akses dalam pendidikan karena adanya masalah otonomi daerah yang tak kunjung teratasi. Pulau jawa saja contohnya, masih terdapat beberapa kawasan yang sulit mendapatkan bahan bakar dan listrik. Teman Jafar yang bekerja sebagai wartawan lepas menceritakan pengalamannya meliput anak-anak sekolah yang berasal dari pelosok, yang setiap harinya mengandalkan tumpangan truk sayur sebagai alat transportai umum menuju sekolah. Jaraknya cukup jauh dan membuat mereka harus bangun pagi sekali dan berjalan menyusuri persawahan dan ladang padi yang nanti sesampainnya di jalan beraspal. mereka berlomba-lomba mendapat tumpangan truk sayur pertama yang berangkat agar tak terlambat.dari apa yang dikatakan teman jafar itu membuat dia sedikit miris sekaligus bersyukur karena masih ada orang yang lebih tidak mampu dibanding dia. Dalam hati semua orang pasti akan tergugah melihat kejadian nyata dan betul terjadi tanpa rekasa layaknya reality show yang diadakan stasiun-stasiun telivisi di tanah air. “Jika bukan kita yang membangun negara ini lalu siapa lagi?”pertanyaan yang seketika terlintas dalam benaknya tiba-tiba.

Kamis, 11 Februari 2010

Gubrak Loading Lambat

…to keep balance of the sustaible tourism elements…socio-culture…economic…and least but not last ecology…” jelas seorang wanita belgia yang tidak salah lagi adalah bos-nya. Teman-teman kerja sering menjulukinya sukro karena dia sering memakai helm putih bulat dan terlihat seperti kacang atom berlabel SUKRO.saat itu sedang berlangsung training yang bertujuan mengetahui latarbelakang serta folosofi tempatnya bekerja. Beberapa anggota terlihat bosan karena terhitung sebagai senior yang sudah lebih dari 4 tahun bekerja di tempat itu yang sering kali mengikuti training yang diadakan bos mereka itu. Kepalanya jadi pusing, keringat mengucur dari dahinya dan seketika dia dikagetkan dengan suara sang bos. “jafar, please would you explain what is RueForte about? With your good english”. Pinta bos-nya dengan nada penasaran.
mmm…well, RueFort is one of meeting place which located in Yogyakarta. It’s place for the local and foreign tourist to share their experience and also culture…”jelasnya sedikit ragu.
“Jafar, ok that’s make sense but that’s not what I want to hear. Did you understand my explanation completely? ya…in other word if you’re not late!!”.
Pandang Jafar dengan sedikit enggan dengan lontaran keluhan dan kritikan yang benar adanya dan mengena. Sementara itu para anggota training yang lain memberikan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang menahan tawa, diam, tegang bahkan tanpa ekspresi. Kontan Jafar mengelak oleh segala jajaran keluhan sang bos-nya.”Sharon, boleh aku bicara?Maaf, Sebenarnya sejak aku datang karena telat dan keadaanku yang tidak fit membuat aku hanya mendengar dan melihat gerak bibirmu, dan tiba-tiba suaramu membesar dan hilang seperti kaset yang mau ruwet” sangkalnya.
“what!!! Apa!! Jafar please deh…” teriaknya tanda tak percaya jafar mengatakan itu. Tiba-tiba ruangan begitu gemuruh dengan suara tawa senior dan anggota training yang lain. Jafar merasa berhasil menaklukan naga putih yang terus menyemburkan apinya dan seketka berhenti melemparkan gumpalan asap kecil yang bau.Training selesai dengan mulus dan bisa diambil kesimpulan bahwa mereka perlu training lagi dilain waktu.

Selasa, 09 Februari 2010

Seberkas canda untuk Sahabat

“wah ternyata IP ku juga gak jelek-jelek amat” pikir Jafar.
“Tapi Ip ku lebih bagus daripada kamu, kayaknya calon cumlaude nih…”canda si kupang Ray.
“yah kamu punya waktu luang lebih dari cukup untuk urusin kuliah doang, lihat aku yang juga kerja dan do it all my self aja dapet segini” ujar Jafar dengan memperlihatkan KHSnya.
“yo wes, be tahu..”akhirnya dengan nada mengalah karena Ray tahu kalau Jafar memang Orang yang patut dihargai kerja kerasnya.
Ray dan Jafar bertemu saat registrasi mahasiswa baru 2006. Di tangga dekat kantor sekretariat di kampus, fakultas Ilmu Budaya yang akan dirubah menjadi sekolah Vokasi itu. Mereka menjadi teman yang terkenal akrab,lantaran sering pulang bareng dan menghabiskan waktu untuk makan bersama.Ray adalah teman yang pintar dan menyenangkan bagi Jafar walau kadang-kadang sering bikin hati dongkol. Teman satunya Jafar yang tidak begitu dekat tapi kenapa mereka sangat cocok kalau berjalan bertiga yaitu Luki anak atambua yang sering bicara memakai bahasa daerah NTT dengan ray karena bahasa daerah mereka sama.
“stop..stop..kalian ngomong apa sih? Aku nggak ngerti nih, kalian anggap aku apa? Aksesoris?” ledak Jafar.
“oh ya.. sori.. kita tuh ngomongin rencana kita nanti kalo dah lulus, mau ngapain”.jawab Luki.
“ya tapi kalau kalian pake bahasa planet lagi aku nggak dong..adanya jadi tulalit”.
“maaf bro, kita malah nggak ngrasa kalo loe ada” cetus Ray sambil tertawa terbahak-bahak.
Situasi seperti itulah yang disukai Jafar, walau berbeda bahasa, pemikiran, gaya hidup dan cara bercanda membuat mereka lebih berwarna dan nggak monoton. Dan membuat mereka menjadi teman yang saling mengisi.Entah mengapa saat tiba di kampus tempat pertama yang kami tuju adalah tempat nongkrong atau tempat makan. Berbeda dengan anak-anak lain yang serius dengan kegiatan dikampus dan kuliah padat.yang selalu datang ke perpustakaan dan menghabiskan waktu di kampus untuk melakukan UKM atau jadi aktivis ga jelas di kampus. Tapi tidak buat kami, kami selalu enjoy dengan suasana serba nyantai tapi tanggung jawab. Walaupun untuk jafar gak terlalu terlihat bertanggung jawab karena sering absen kuliah yang berakibat dia terancam jadi mahsiswa highlinder tapi di hati jafar dia ingin kuliah dengan semaksimal mungkin. Hanya keadaan yang tidak berpihak padanya dan membuatnya sebagai mahasiswa non teladan dan unbelieveable rajin. Masih banyak hal yang harus di pikirkan dan tentu pekerjaan selalu menanti dia, Salah satu alasan kenapa jafar lebih mementingkan pekerjaan daripada kuliahnya yaitu kuliah dan bertahan hidup itu butuh uang, without money is nothing weather money is not everything. Siapa sih yang gak mau duit? Jaman Sekarang segala sesuatu diukur dengan uang termasuk pendidikan. Modelnya yaitu ada uang ada barang. Kalau nggak…ya ke laut aja…reality show yang aneh tapi benar-benar terjadi.

Minggu, 07 Februari 2010

Ma Vie En Derniere Canal Par t3(Trilogy of the memoire)

“pak kalo aku nggak bisa sekolah lagi, aku nggak keberatan kalau harus jadi petani membantu mbah kakung dan mbah putri”katanya dengan sedikit ragu pada ayahnya pada waktu itu.
“kalau kamu mau sekolah, ya sekolahlah setinggi langit. Jangan kayak bapakmu ini gak mau sekolah dan akhirnya ya…kayak gini uripe” saran ayahnya sekaligus memberi motivasi.
Pagi itu adalah saat yang mengesankan bagi Jafar karena selama ini dia tidak pernah merasa kalau dia memiliki seorang ayah yang begitu memahami dan mau berkorban apapun demi anak-anaknya. Lantaran sejak kecil dia hidup bersama simbahnya dan pak lik, bu liknya. Dia merasa asing jika ada ditengah ayah ibu dan adiknya. Kala itu, Jafar adalah orang yang serba terombang-ambing oleh keadaan yang membuatnya sedikit dilema dalam membuat keputusan untuk tinggal dengan ayah ibunya atau tetap bersama kakek neneknya.
“Dimana akan ku cari…Ayah dengarkanlah…aku ingin bernyayi…” lantunan lagu dari Rinto harahap mengingatkan Jafar pada ayahnya yang jarang ia temui. Sekolah tinggi buatnya adalah salah satu kesempatan yang hanya dimiliki keluarga kaya dikampungnya, karena hanya segelintir orang yang berhasil melanjutkan sekolahnya di jenjang lebih tinggi seperti universitas sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Jaman dulu dikampungnya masih lekat dengan pemikiran ”kenapa susah-susah sekolah tinggi kalau hasilnya cuman untuk menikah”
“mbok ya mending kamu ke sawah bantu mbah kakungmu itu, dari pada sekolah jauh-jauh. Apalagi kasian mbah putrimu harus nyari biaya sekolahmu” saran seorang bu lik istri dari pamanku. Saat itu Jafar hanya bisa diam dan memendam rasa marah pada wanita itu dan hatinya mengatakan “ Lihat saja nanti…” bu liknya itu memang terkenal tukang iri, mau menang sendiri, cerewet dan suka mencampuri urusan orang. Nenek Jafar adalah buruh tani.dia akan bekerja apa saja untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah yang pastinya dengan cara yang halal.dari mulai jadi tukang cuci, tukang pijat sampai tukang masak kalau ada acara penting dikampung ia jalani. orang di kampung dan sekitarnya mengenal neneknya sebagai seorang ahli serba bisa yang ulet.mungkin itu yang menjadi jafar mirip seperti neneknya, Jafar sangat sayang dengan neneknya, sekalipun kadang si nenek sering memaki atau berbuat kasar pada dia. From none jadi wonderwoman. Dari awal gak punya apa2, gak sekolah, tapi karena optimis dan kerja keras beliau bisa menghidupi 6 anaknya termasuk ayah jafar serta menghadiahkan beberapa rumah dan ladang untuk anak-anaknya. What a wonder!!!. Bisa dikatakan jafar terinspirasi oleh neneknya dan berusaha membuat tiap generesi dikeluarganya membuat suatu perubahan dan kemajuan... better, better and much better.
Saat lulus Smp Jafar ditanya oleh salah satu guru yang jadi wali kelasnya saat itu. Beliau mengajar mata pelajaran moral yang saat itu diberi nama PPKN(Pendidikan Pancasila Dan KewargaNegaraan) “ kamu mau nerusin kemana Jaf?” tanya Gurunya.
“saya sih pengennya ngembangin apa yang sudah saya bisa dan sukai. Yah karena kemampuan bahasa saya lumayan bagus, saya mau sekolah di Sekolah pariwisata Pak” jelasnya dengan yakin.
“pariwisata?SMK? terus nanti kamu mau kuliah setelah sekolah?” selidik pak guru.
“Saya sih pengen langsung kerja pak,yah…kerja dihotel atau jadi guide biar bisa bantu simbah dan bapak saya. Urusan kuliah atau nggak, kayaknya SMK juga bisa lanjut ke universitas kalau mau”.
“oh yaa sudah…semoga berhasil meraih cita-citamu”percakapan dengan gurunya itu masih selalu di ingat jafar. Memang Guru adalah pahlawan tanda jasa uang selalu mengharapkan anak didiknya berhasil meraih mimpinya.
Saat sekolah di smp Jafar sangat merasakan apa arti sebuah perbedaan status secara materi atau non materi, dia belajar bahwa status seseorang tidak diukur oleh seberapa kaya keluarga mereka, tapi apa yang bisa dia tunjukan sebagai siswa berprestasi. Karena sadar kalau Jafar tidak bisa membanggakan keluarganya yang berekonomi minim, dia berniat menunjukkan apa yang dia bisa. Saat Sekolah Dasar, dia termasuk siswa yang berprestasi dibidang seni walaupun dalam hal pelajaran bisa dibilang kurang. Jafar selalu mendapatkan kesempatan untuk berlomba di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Dari lomba deklamasi, macapat hingga olahraga dia ikuti. Pada akhirnya, Macapat atau nembang jawa jadi pilihan gurunya untuk Jafar tekuni. Saat menang di tingkat kecamatan, keluarganya sangat bangga padanya walaupun mereka tahu kalau jafar anak yang malas, dan suka kluyuran. Beda dengan saat Di SMP, walau dia terkenal sebagai anak seni yang dikagumi guru-guru pencinta seni dia tidak begitu dianggap oleh guru-guru mata pelajaran eksak di kelasnya lantaran memang kurang. Saat akan naik kelas dua, dia terancam tidak lulus dan tidak naik kelas karena nilainya ada yang merah.tapi dia tetap naik kelas karena bantuan wali kelasnya,Bapak marsudi Wali kelasnya pada saat itu, beliau adalah seorang guru bahasa Jawa yang dia hormati dan dikaguminya, sosok seorang guru yang kental dengan budaya jawanya dan penyabar. Semua murid sudah mendapatkan rapor kenaikan dan hanya beberapa orang yang masih belum mendapatkan raport termasuk Jafar. Spontan, Jafar meneteskan air mata dan menunduk dengan kaku. Dia teringat waktu di permalukan oleh guru matematikanya didepan kelas saat mendapatkan nilai ujian matematika terendah.buatnya saat itu seperti sama apa yang dia rasakan sekarang. Terngiang-ngiang dalam telinganya saat dia memejamkan matanya dan teringat suasana yang tidak enak karena telah ditertawakan dan diejek oleh gurunya sendiri”gitu aja kok nggak bisa” kata-kata itulah yang membuat spontan teman-teman sekelasnya terbahak-bahak diiringi dengan senyuman sinis guru matematikannya itu.kala itu dia berjanji akan membalas perlakukan mereka dan akan membuktikan pada guru matematikanya kalau suatu saat akan membuat dia tidak tersenyum sinis seperti sekarang ini melainkan tersenyum bangga dan merasa menyesal telah mempermalukan anak didiknya didepan teman-teman sekelasnya. Air mata Jafar mengalir begitu deras saat tiba-tiba bapak marsudi memanggil namanya,”Jaf, kowe nagis? Lho kok pake acara nangis segala, kesini bapak mau ngomong sama kamu. Wong bapak nggak marahin kamu kok. Kesini, jangan nangis. Nggak ada apa-apa kok” dengan nada yang berwibawa dan kebapakan, pak marsudi membuat hati Jafar tenang.beliau menjelaskan dengan jelas kenapa rapornya tidak diberikan duluan seperti anak-anak yang lain, beliau memberikan saran dan nasehat layaknya seorang bapak memberi petuah pada anak tercintanya. Sejak saat itu dia berjanji tidak mengecewakan pak marsudi jika kelak menjadi wali kelasnya lagi.
Saat naik kelas Jafar kebagian Kelas yang Buatnya sangat menyenangkan sekaligus menggelikan. Karena banyak anak-anak yang bertingkah aneh di kelas. Seperti seorang siswa yang berbadan besar bernama Wahyono membuka celananya untuk berganti pakaian olahraga secara gamblang dimana masih ada siswa perempuan di kelas. Spontan, siswa perempuan yang tidak sengaja melihat “barangnya” berteriak histeris dan lari terbirit-birit sambil menangis. Bagi wahyono hal itu adalah kebanggaan bagi dia bisa memperlihatkan kejantanannya di depan cewek-cewek di kelas.atau saat ditengah-tengah pelajaran yang membosankan dua orang laki-laki sedang memperebutkan tahta “pria kokoh” dengan menyenderkan bukutulis setebal 20 halaman tepat diatas alat vital mereka untuk diangkat ke atas. Memang aneh dan sronok karena darah ABG baru berlangsung gencar-gencarnya pada waktu itu. Serta sikap wahyono dan anak-anak lain yang dianggap kelainan mental oleh para teman-teman sekelasnya.
Kelas 2C, kelas yang menjadikan dia sebagai siswa berprestasi dan disukai temen sekelasnya dari kalangan anak nakal dan anak yang paling pendiam serta aneh sekalipun. Jafar dikenal sebagai anak bermuka manis seperti anak perempuan, secara fisik memang begitu adanya karena dia dilahirkan dari ibu yang orang sunda berkulit putih langsat dan bapaknya yang berparas tampan.Konon kabarnya dulu waktu ibunya mau melahirkan karena tidak ada bidan terpaksa dukun bayi yang notabene adalah waria jadi salah satu orang yang membantu kelahiran Jafar hadir di dunia ini. Jafar sangat membenci kenyataan itu, sehingga dia kadang-kadang di kira banci yang kekanak-kanakan. Secara umur dia adalah siswa yang paling muda diantara yang lain, maka wajar kalau dia bersikap ingin diperhatikan dan manja.
Dengan bermodal latarbelakang yang sedikit menyinggung sejak itu jafar mengalami proses yang salah dekat dan menyukai seseorang.walaupun istilah “suka” tidak selalu berarti cinta atau jatuh cinta dan selnjutnya ketahap pacaran. Wajarnya lelaki menyukai perempuan, tetapi tidak untuk fajar dia menyukai seseorang yang tidak salah adalah temannya sendiri.
Jatmiko dwi pramudyo adalah salah satu teman se-angkatan yang dulu pernah menolongnya saat kegiatan osis yang melelahkan yang mengakibatkan mereka harus pulang dengan jalan kaki. karena Jafar sedikit Pusing dan kelelahan dia di papah layaknya anak kecil minta gendong kakaknya karena capek. Seorang Jatmiko yang tidak mempunyai adik karena dikeluarganya hanya ada 2 orang anak,dia dan kakaknya.
“Ko, kalo capek aku turun aja. Lagian rumahku kan lebih dekat dari rumahmu”.
“gak usah, aku masih kuat kok. Lagian kamu yakin bisa jalan?”tanyanya dengan nada terengah-engah.
Beberepa menit berlalu, tanpa kata, tanpa suara hanya tawa anak perempuan anggota osis lain yang juga harus berjalan kaki menyusuri jalan beraspal didepan mereka saat itu.beberapa saat kemudian Jafar telah menenggelamkan badannya karena sudah tidak kuat menahan lelah.beberapa saat kemudian Jatmiko membuka mulutnya”Kamu jadi adikku aja piye? biar ada temen yang selalu ada” katanya dengan sedikit bercanda.
“apa Ko, aku memang punya adik banyak. Mau?” jawab jafar sekenanya.
“gak…aku cu..man mau..tahu koq” jawabnya terbata.
“oh gitu, ya udah...trus aku harus manggil kamu mas ya…” canda Jafar. tempat pemberhentian angkot sudah dekat, Jatmiko menurunkan Jafar dan menawarkan membelikan sesuatu untuk menghilangkan rasa haus, berharap dapat menyembuhkan sedikit rasa lelah dan dahaga yang membelenggu. Beberapa saat kemudian jafar memutuskan tetap tinggal dan mengumpulkan tenaga untuk berjalan sendiri daripada harus menyusahkan teman yang sekarang dianggapnya kakak itu. Diwaktu yang bersamaan Jatmiko menanyakan jafar apakah tidak apa-apa kalau ditinggal sendirian. Dan seketika dia melengos pergi dan masuk angkot. Persahabatan yang kemudian menjadikan itu sebagai suatu ikatan persaudaraan bisa dibilang belum terlalu dipahami seorang jafar. Karena suatu ajakan menjalin persaudaraan sama halnya seperti mengungkapkan rasa cinta pada seorang. Mungkin ada benarnya kalau dukun waria itu mewariskan sedikit karaktenya pada Jafar.sehingga dia bisa berfikiran begitu, disisi lain Jafar hanya sedang merasa bahagia karena teman-teman yang mengejeknya tidak akan berani melakukan itu lagi karena dia memiliki kakak yang bisa membantunya untuk menutup mulut mereka dan berhenti mengejeknya.Sesuatu yang kita rasa bahwa memiliki ikatan persaudaraan,pertemanan atau pacaran adalah hal yang perlu dihormati dan dilakukan tanpa adanya rasa terikat dan takut untuk ditinggalkan. Hal itu mungkin belum sampai diotak Jafar yang saat itu mengharapkan hubungan itu tetap terus berlangsung selamanya. Saat mendengar dari beberapa teman sekelasnya kalau Jatmiko sudah punya pacar, ada perasaan was-was kalau nanti dia gak dapat kesempatan main bareng atau melakukan hal lain bersama seperti pulang bareng,nggluyur, atau mengerjakan tugas dan ekskul. Tapi Jafar sangat mempercayai teman yang dianggapnya kakak itu, bahwa semua akan tetap seperti biasa, hingga akhirnya Jatmiko memutuskan hubungan persaudaraan itu lagi karena beberapa temen dan pacarnya berfikiran kalau hubungan seperti itu nggak layak dan aneh. Mungkin teman-temannya tidak positif thinking, dan kala itu persaingan mendapatkan sesuatu termasuk teman adalah ajang yang sangat populer.
“jadi mas, nggak nganggap aku sodara lagi ya…” tanya jafar dengan sedikit tidak yakin mempertanyakannya.
“…mm…iya, knapa?” jawabnya kaku.
“nggak, nanya aja.makasih”
Saat itu Jafar sangat sedih karena dia kehilangan teman sekaligus sosok seorang kakak yang tidak lagi melindungi dan menemani dia di hari-hari yang sibuk di sekolah.sejak itu Jatmiko juga menjadi salah satu teman yang mengejeknya apalagi saat bersama teman sekelasnya yang lain. Mungkin dia ingin membuktikan bahwa dia juga merasa “Jijik” dengan jafar agar bisa diterima oleh teman sekelasnya dan tentunya sang pacar.waktu berlalu dengan cepat, Jafar naik kelas 3 dengan nilai yang sangat bagus dan membanggakan. Bahkan dia peringkat 3 besar dikelasnya mengalahkan siswa yang dikenal pintar.saat naik kelas 3 dia berkesempatan bertemu semua temannya waktu kelas 1 dulu. Plus dia sudah mampu membuktikan pada guru matematikannya bahwa dia bisa menjadi yang terbaik dari yang lain. Tahun-tahun terakhir membuat Jafar merasa kehilangan moment yang telah ia lalui dengan mulus, serta persahabatan yang mengesankan dia.Dengan apa yang telah terjadim syukurlah dia tidak melampiaskan kekecewaanya dengan hal-hal negarif seperti yang biasanya anak ABG lakukan.Sekolah adalah salah satu tempat pelarian dari rumah dan meninggalkan sejenak permasalahn yang menekan, walaupun sekolah adalah tempat mendapakan masalh baru tapi paling tidak ada teman-teman yang selalu siap berbagi suka dan duka.” Kadang teman terasa lebih dekat dibanding keluarga” pikirnya. Lulus dengan nilai lumayan membuat Jafar bertekad untuk meraih cita-cita yang sudah dia rencanakan. Kata yang tepat saat itu adalah ucapan terima kasih pada guru-guru yang menyayanginya dan memberinya motivasi hingga menjadi anak didik yang bisa bertanggung jawab. Dan teman-teman seperjuangan dan tidak lupa Jatmiko yang akan tetap jadi sosok seorang kakak bagi Jafar.

Sabtu, 06 Februari 2010

Ma Vie En Derniere Canal Part 2

Jafar sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil tapi kalau malasnya kambuh, yah bisa dibayangkan, seharian diatas tempat tidur sepertiorang mati suri yang nantinya akan bangun kalau lapar,buang air atau pengen melakukan hal jorok yang biasa dilakukan seorang lelaki dewasa akan terkesan sedikit aneh. Bekerja sebagai seorang pramusaji atau waiter di sebuah kafe yang bertaraf internasional yang menyajikan makanan oriental dan internasional yang bisa diterima oleh lidah semua orang kalangan apapun(turis asing,domestik)membuat dia mengistilahkan cafĂ© tempatnya bekerja sebagai “angkringan bule” dan rumah keduanya. Di tempat ini dia mendapatkan semuanya(kenyamanan, kekeluargaan,pengalaman,persahabatan dan kebebasan)kecuali gaji yang berharap dapat untuk memenuhi semua kebutuhannya.Tapi itu tidak menjadi suatu masalah yang mengganggu bagi dirinya, karena untung bosnya bisa dipinjami uang kalau dibutuhkan alias ngutang dulu baru bayar belakangan. Saat kelas 2 SMA, memutuskan untuk tinggal di kota pelajar dan mencari penghasilan sendiri dengan berbekal kemampuan Kejuruan yang di dapat di salah satu Sekolah Kejuruan di Jogja sangat sulit dan menantang.di umurnya yang sangat dini dia sudah harus menerima kenyataan bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar bagi keluarganya di desa. Jafar memiliki tiga adik perempuan dan dua orang adik laki-laki yang sangat ia sayangi.dilubuk hati seorang Jafar, dia tidak siap untuk memikul beban seperti itu jika suatu saat orangtuanya sudah tidak mampu lagi.tapi itulah yang ingin dia buktikan pada keluarganya bahwa kekurangan dapat memberikan semangat bagi dirinya untuk meraih sesuatu dengan berusaha dan kerja keras seperti apa yang sedang dia upayakan saat ini.mungkin masih banyak orang diluar sana yang bernasib sama atau lebih ngrekasa di banding dia yang juga memimpikan hal yang sama, berusaha untuk meraih cita-cita dan hidup enak yang terhindar dari segala beban hidup yang membelenggu dalam status sosial yang rendah bila di gambarkan dengan kelas-kelas atau kasta. Hidup manusia di masa yang akan datang tergantung dengan apa yang mereka lakukan dan upayakan pada masa sekarang.apa yang dilakukan di masa lalu dijadikan sebagai neraca pencapaian dan pengalaman dalam meraih masa depan.
Bunyi getar hp nya menggelitik saku celanananya sekali yang berarti satu sms diterima.”DIHARAP KEDATANGANNYA PADA JAM 16.00 .PENTING AND DARURAT”, sms itu begitu mengejutkan Jafar dikala dia sedang asyik mendengarkan kuliah Bapak Bagio seorang dosen asal purworejo yang mahir berbahas perancis dan inggris di kelasnya. Dalam relung hatinya dia menebak kalau sesuatu telah terjadi di tempat kerjanya, entah komplain tentang pekerjaannya secara individu, kesalahan ini..itu lah yang diperkirakan jadi masalah mengapa manager tempatnya dia bekerja mengirim sebuah sms.
Sesampainya di rumah yang tepatnya adalah sebuah kos-kosan, rasa penasaran dan gundah gulana seperti mau kejatuhan duren dari langit menjadi hotline news hari itu di benaknya. Hp bututnya bergetar beberapa kali dan menyalakan sinar yang redup redam beriringan dengan getar hpnya. Jafar mengangkat telfon dan terdengar suara seorang perempuan paruh baya “halo, sayang. Nanti datang ya dirapat, jadinya jam 11 malam, harus datang. Penting”.
“lho ada apa toh bu? Kok rapatnya malam-malam, ada masalah apa sih?”
“ya pokoknya, datang. Penting dan darurat”
“kasih bocoran dong bu, penasaran nih” paksa Jafar pada perempuan yang dianggapnya keibuan itu, berharap mendapatkan jawaban. Jawaban itu langsung keluar dari mulut wanita itu dengan sedikit nada berbisik. Seketika Jafar berteriak”HAH….APA…!!!Kok Bisa” kata yang tidak jelas dan terdengar sangat mengejutkan apabila ditafsirkan secara visual.
Jam 11.00 hari senin di bulan februari.
“begini mbak dan mas, sebelumnya terima kasih atas kedatangannya”. Ucap seorang bapak-bapak yang terdengar begitu tegas dan jelas. “kami dari kepolisian setempat diminta bantuannya untuk mngadakan penyelidikan atas kejadian pencurian yang terjadi ditempat ini” suara itu mulai menderu di telinga Jafar dan tampaknya juga terjadi hal yang sama pada teman-teman patner kerjanya pada saat itu.”Kami mengharapkan kerja sama mas dan mbak sekalian untuk bersama menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dulu, jika ada sesuatu yang harus dikatakan sebelum masalah ini diangkat ke meja hijau tolong katakan saja secara jujur dan jangan takut!!”tegasnya.
“kami akan merahasiakan kejadian ini dan berjanji tidak akan menceritakannya pada orang lain” hardik seorang petugas polisi yang berpakaian biasa layaknya sedang dalam tugas penyamaran.
Spontan jafar merasa dihakimi, dan tidak adil dengan adanya acara yang dia pikir sebagai suatu investigasi non clear alias gak jelas secara mendadak walau dia tidak merasa bertanggung jawab atas kejadian itu sekaligus pre judgement ala polisi untuk mencari tersangka sebelum pihak perusahaan memberi tahu atau paling tidak membicarakannya secara intern sebelum meminta bantuan pada pihak kepolisian. Menurut dia, hal ini belum pernah terjadi dalam hidupnya dan mungkin bisa terpikir bodoh kalau Jafar sempat beranggapan bahwa ini adalah suatu konspirasi behind the sceen.ternyata polisi itu datang dengan maksud membantu perusahaan tempat Jafar bekerja dalam kasus pencurian yang diperkirakan terjadi antara pagi dini hari senin setelah semua karyawan selesai bekerja dan pulang kerumah pada hari minggu sebelumnya.Kejadian ini mengacu pada kemungkinan orang dalam yang melakukannya dikarenakan kerapihan dan teknik pencurian yang begitu bersih dengan lain kata profesional.tempat jafar bekerja buka pada jam 7.30 dan tutup pada jam 11 atau 12 malam setiap harinya.
Pada saat itu kekuatan mental dan ke-profesional-an seseorang dalam menangani permasalahan pekerjaan memang sedang diuji.bekerja dengan banyak tekanan, intruksi yang seabrek,bakal membuat orang jadi gila dan memilih untuk di PHK. Tapi tidak untuk Jafar, dia yakin dia pure clean on the work. No KKN(kolusi,korupsi dan Nepotisme) apalagi mencuri. Jafar bertahan dengan idealismenya dan mengikuti arus nasib yang sedang Tuhan mainkan dihidupnya, yang mungkin membuat Jafar tergugah untuk kembali mengingat dan berpasrah pada yang Punya Gawe.Dengan tidak bersikap munafik, bahwa Jafar bertahan demi mempertahankan kelangsungan hidupnya alias belum dapat kerjaan lain dan butuh uang untuk biaya kuliahnya serta adik tercintanya.
Jalan hidup seseorang memang tidak selalu mulus dengan apa yang diharapkan Jafar. Kadang Hidup akan terasa begitu susah kalau kita membuatnya terasa susah dan penuh dengan keputus asaan, tapi dia yakin Tuhan punya rencana khusus untuknya.Masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan kata lain tidak mendapatkan hasil. Waktu terus berjalan demikian juga pekerjaan harus tetap dilaksanakan karena itu adalah sebuah mandat yang telah diberikan oleh atasan kita untuk dilaksanakan dengan keikhlasan dan penuh rasa tanggung jawab.

Kamis, 04 Februari 2010

Ma Vie En derniere Canal

“wuih, lumayan dapat vitamin E nih!!!” pemandangan yang kala itu acap kali dinikmati tapi dengan suasan yang berbeda.Senja sore memancarkan ke elokkannya, sangat elegan mengiringi perjalanan yang sangat melelahkan hari itu.
“Aku jafar,umurku 22 tahun”.Anak desa yang harus bekerja keras berjuang merubah pemikiran masyarakat “bahwa kemiskinan tidak selalu dekat dengan kebodohan serta kekalahan menerima kenyataan hidup yang kejam” menjadi sebuah pemikiran yang selalu dipegang jafar untuk memotivasi hidupnya.hidup dikeluarga seorang buruh jahit di salah satu perusahaan kecil di Yogyakarta yang berharap menginspirasi orang-orang sederajatnya untuk berusaha menggali potensi diri sebagai modal meraih cita-cita demi masa depan yang lebih baik. Dia dilahirkan dan di besarkan di kota yang terkenal oleh salah satu keajaiban dunia-nya Candi Borobudur di magelang, Jawa Tengah. Sejak kecil diasuh oleh orang tua ayahnya alias kakek dan neneknya di kota kecil nan hijau.”Jaf, ayo bangun. Sekolah ora?” teriak neneknya.jafar memang terkenal tukang tidur, pemalas dan hal-hal buruk lainnya yang kalau di tulis akan sangat luar biasa panjang.”iyo mbah, sebentar lagi. Tanggung, masih terlalu pagi untuk bangun”.jawab sekenanya. Jafar sangat susah bangun pagi, terkenal sebagi siswa Telatan semenjak di sekolah dasar hingga bangku kuliahan sudah melekat dikulitnya. Jam weker mulai berdering keras bersamaan dengan alarm HP bututnya, bising kedengarannya. Tapi itu tidak mempan untuk membangunkan si raja tidur nan pemalas Jafar yang saat itu sedang bermimpi dibangunkan oleh Simbahnya. Jam menunjukkan jam 9 pagi,menandakan kuliah sudah dimulai di kampus terkenal di jogja pada waktu setempat, tapi Jafar hanya melihat jarum jam yang kian berdetik dan terus berjalan memutar.”huh, mati aku, Kalau kayak gini duniaku bisa kiamat duluan nih” ujarnya dalam hati. Kata hati memang selalu lain dengan perkataan, pagi itu dia bergerak slow motion dan nyante yang kalau di pikir itu tidak sesuai dengan apa yang di keluhkan hatinya.itulah hidup seorang Jafar yang bisa dikatakan unpredictable.sms di tuliskannya dengan cepat disalah satu nomer temen sekaligus sahabat dekatnya di kampus”Brur bilang dosennya aku telat, nih baru dijalan”. Sms yang aneh dan seharusnya tidak dia kirimkan, tapi dia pikir itu salah satu cara agar sesampainya di kelas nanti dia diterima oleh sang dosen yang terkenal on time dan tegas. Kuliah berjalan dengan sangat cepat jika penyampainnya menarik, tapi akan sangat lama dan membosankan jika penyampaiannya gak bisa di pahami, bertele-tele, gak jelas dan bikin ngantuk.
”makan yuk di Kantin, Laper nih”ajak sahabatnya yang berasal dari kupang.
”Tu me paye?” jawab Jafar dengan gaya bahasa perancis pas-pasan yang dia pelajari dikelas.yang artinya “loe yang bayarin?”.
”ok, tapi lain kali giliran kamu yang traktir”
“beres, bos.kalo dah gajian ya..”
“huh kamu ini kerja gak ada hasil, mending jual diri saja sama tante-tante tuh. Pasti laku” candanya dengan sedikit megejek.
“jangan gitulah kau, anak miskin dan terlantar kau yang pelihara kan?” balas Jafar.
“pemerintahlah, apa urusannya dengan aku?”. Jawabnya sinis dengan logat kupangnya yang kental.
Tapi acara makan gratis tetap didapat Jafar saat itu sebelum perjalanan ke tempat kerjanya di daerah selatan yang kalau ditempuh dengan bis kota berdurasi 25 menit dari kampus biru yang lebih tepat di namai kampus krem atau abu-abu atau apalah yang sesuai dengan warna cat tembok kampus. yang terkenal berkualitas di jogja.

Heart Complainer

Ku rasakan beban yang kian mendesak dan menyumbat dadaku, terasa sesak tak sanggup untuk menahannya. Pening terasa di otakku saat aku mencoba memikirkannya. Aku bosan, aku gak tahan, seperti aku ingin menernggelamkan diriku di air dingin yang beku di lautan gletser yang mencair biar badanku mati rasa dan pikiranku berhenti memikirkan hal yang membuat hidupku susah.
Aku berlari sekencang-kencangnya. Berharap peluh membanjiri tubuhku dan lelah menerpa syaraf-syarafku agar aku tergeletak tak berdaya. Emosi yang tak terbendung tapi sulit untuk mengeluarkannya, seperti ada yang mengikatnya erat dan tak menginginkan itu pergi dari dalam diriku. Wahai hati, kenapa kau merasakan kepedihan dan kegalauan ini. Aku sedih kau tergores dan terluka, plester atau perbanpun sulit untuk menghentikan sakitmu. Wahai rasa, mengapa kau memberikan warna yang kelam pada hatiku. Mengapa kau taburkan pahit yang menusuk hatiku. Aku tak sanggup menahan rasa itu, aku tidak mau merasakannya terus menerus. Kasihanilah hatiku karena lambat laun warnanya tak semerah saat pertama yang masih bersih dan tak merasakan apapun, tapi sekarang warnanya hitam gelap seperti warna empedu yang penuh racun.
Adakah orang yang mau mengeluarkan racun yang melukai hatiku? Mampukah kamu mengobati rasa pahit dan sakitku? Ambilah hatiku ini, cabut dari dalam tubuh yang sudah meronta. Gantilah dengan hati yang baru. Jantungku sudah muak dengan aliran yang melumpuhkan tubuhku. Karena sakit dan terluka tidak akan membantu jantungku untuk tetap hidup lama. Nafasku berabu, hitam kelam seperti awan mendung yang menyimpan air hujan yang besar. Halilintar dalam nafasku mengejutkan hatiku dan memaksa jantungku untuk tetap memompa. Darah masuk dari bilik kanan jantungku dan keluar di arah yang berlawanan. Aku tak mau ini terjadi, aku ingin menghentikan semua. Walau aku masih takut dengan kematian tapi aku merindukan hari itu. Aku adalah jiwa yang merana, hatiku terluka dan hidupku tak berwarna.
Entah hanya karangan atau sandiwara hatiku merasakan semua ini. Tapi tidak ada cerita yang mengharapkan goresan kesedihan dengan tinta merah beraroma darah yang membusuk. Aku ingin cerita yang selalu happy ending dan memberi harapan. Tapi hidupku berhenti berharap, berhenti bermimpi, berhenti…dan diam tak bergerak. Mungkin aku perlu tinggal di bangsal RSJ dan membuatku diriku gila.. Cabut semua syaraf dan otakku, berikan aku chips memori yang terbatas, 1 GB mungkin sudah cukup. Keluh seorang hati yang selalu merasakan pahit, kala itu malem mejelang dan tiba-tiba tak terdengar suara keluha itu lagi, mungkin sudah lupa bagaimana rasa sakitnya untuk sesaat. tapi saat pagi mnerpa wajahnya pasti keluhan itu akan kembali sebelum dia temukan obat sakit hatinya itu.

Grtz

Rabu, 13 Januari 2010

Freedom writers Part 1

Seberkas senja sore menerpa wajahku, terasa hangat dan lembut membuatku sedikit lupa oleh tekanan hidup yang menyesakkan dada.
"hah...syukur ku panjatkan padaMu Tuhan" hela ku. Tak seorang pun bisa membayangkan atau merasakan apa yang aku rasakan. Entah proses apa semua ini, kadang datar, kadang naik atau turun seperti kurva yang mengukur tingkat kestabilitasan hidup ku. Kendaraan berlalu lalang tanpa henti, orang-orang berjalan seperti di kejar waktu yang senantiasa menghantui hidup mereka. seraya mengatakan "Cepat, Time is money".
Aku hanya bisa duduk terdiam dan menikmati hari itu tanpa berharap waktu mengejarku seperti mengejar orang-orang yang lain. Biarlah semua memerankan dramanya masing-masing termasuk aku.
"Tolonglah aku....dari kesepian ini...lepaskanlah hidupku..dari hancurnya hatiku..adakah seseorang yang melepaskanku dari kesepian ini.."Lantunan lagu dygta mendayu di sore nan syahdu itu.
Waktu yang sangat tepat saat itu ber mellow ria alias mengekspresikan kesedihan dan kegalauan hati. Anak paruh baya yang memimpikan hidupnya jauh dari kesengsaraan, sekarang terdiam termenung dan miris jika teringat perjuangan yang dia lakukan selama ini.
"Life is one of the destiny that a human being should be full filled and make them as value of their own self in life" buku dari pengarang yang tidak ternama yaitu diriku. Dengan segala pengalaman hidup yang ku jalani dari mulai jadi anak sholeh sampai anak nggak tahu diri dan liar sudah ku arungi. tapi kenapa pengalaman itu tidak menjadikanku menemukan siapa aku? tapi malah membuatku laksana cacing kepanasan yang tidak tahu menahu kenapa garam bisa membuatnya panas dan sakit.
Hidupku terombang ambing oleh keadaanku yang sebenarnya tidak seorangpun mau melakukan apa yang aku lakukan. Kenapa hidup itu harus dijalani dengan penuh keterpaksaan bukan suatu keikhlasan. esensi apa yang membuat itu semua terjadi? apakah sesuatu yang kita paksakan akan membuat kita bersyukur dan merasa lebih baik...
Aku tidak mengerti, mungkin akan ada bermacam-macam jawaban yang akan muncul jika ini kujadikan talk show amatir di kampus atau sesi curhat bareng temen. Bingung, galau tak tahu arah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Saat ini aku berharap bahwa menjalani hidup ini akan berakhir dengan baik, apapun itu semoga menjadi sejarahku di masa yang datang. Ketika aku tua, rapuh dan tidak mampu lagi. aku akan selalu mengingat suasana ini, proses ini, dan hidup mudaku dengan cara seperti ini.
"Fly to the top of the sky...high...and..higher into top of the clouds"...aku akhiri curhatku ini. dengan bersamaan kututup mataku dan menghela nafas panjang.

grtz.