"hah...syukur ku panjatkan padaMu Tuhan" hela ku. Tak seorang pun bisa membayangkan atau merasakan apa yang aku rasakan. Entah proses apa semua ini, kadang datar, kadang naik atau turun seperti kurva yang mengukur tingkat kestabilitasan hidup ku. Kendaraan berlalu lalang tanpa henti, orang-orang berjalan seperti di kejar waktu yang senantiasa menghantui hidup mereka. seraya mengatakan "Cepat, Time is money".
Aku hanya bisa duduk terdiam dan menikmati hari itu tanpa berharap waktu mengejarku seperti mengejar orang-orang yang lain. Biarlah semua memerankan dramanya masing-masing termasuk aku.
"Tolonglah aku....dari kesepian ini...lepaskanlah hidupku..dari hancurnya hatiku..adakah seseorang yang melepaskanku dari kesepian ini.."Lantunan lagu dygta mendayu di sore nan syahdu itu.
Waktu yang sangat tepat saat itu ber mellow ria alias mengekspresikan kesedihan dan kegalauan hati. Anak paruh baya yang memimpikan hidupnya jauh dari kesengsaraan, sekarang terdiam termenung dan miris jika teringat perjuangan yang dia lakukan selama ini.
"Life is one of the destiny that a human being should be full filled and make them as value of their own self in life" buku dari pengarang yang tidak ternama yaitu diriku. Dengan segala pengalaman hidup yang ku jalani dari mulai jadi anak sholeh sampai anak nggak tahu diri dan liar sudah ku arungi. tapi kenapa pengalaman itu tidak menjadikanku menemukan siapa aku? tapi malah membuatku laksana cacing kepanasan yang tidak tahu menahu kenapa garam bisa membuatnya panas dan sakit.
Hidupku terombang ambing oleh keadaanku yang sebenarnya tidak seorangpun mau melakukan apa yang aku lakukan. Kenapa hidup itu harus dijalani dengan penuh keterpaksaan bukan suatu keikhlasan. esensi apa yang membuat itu semua terjadi? apakah sesuatu yang kita paksakan akan membuat kita bersyukur dan merasa lebih baik...
Aku tidak mengerti, mungkin akan ada bermacam-macam jawaban yang akan muncul jika ini kujadikan talk show amatir di kampus atau sesi curhat bareng temen. Bingung, galau tak tahu arah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Saat ini aku berharap bahwa menjalani hidup ini akan berakhir dengan baik, apapun itu semoga menjadi sejarahku di masa yang datang. Ketika aku tua, rapuh dan tidak mampu lagi. aku akan selalu mengingat suasana ini, proses ini, dan hidup mudaku dengan cara seperti ini.
"Fly to the top of the sky...high...and..higher into top of the clouds"...aku akhiri curhatku ini. dengan bersamaan kututup mataku dan menghela nafas panjang.
grtz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar